Postingan

Our Tree

 Plant this tree with hope Protect from pest and stroke Fertilize so it grows Become a tree that strout Now it can withstand the gusts of wind And we are proud But who would have thought Strangers can easily cut it down Shall we plant anothe r Or just let it abandoned

Kapsul Waktu

Sepuluh tahun lalu, Dira memiliki sahabat yang amat sangat dekat. Zidan namanya. Mereka bersahabat sudah sangat lama, bahkan sejak mereka berusia 1 tahun. Ibu mereka juga merupakan 2 orang sahabat, sehingga rumah mereka saling berdekatan. Setiap pagi Dira dan Zidan berangkat sekolah bersama. Bahkan bisa disebut kemanapun Dira pergi, pasti ada Zidan di sana. Zidan sudah seperti saudara bagi Dira. Karena terlalu sering bersama, banyak orang yang mengira bahwa sebenarnya mereka adalah saudara.  Saat beranjak remaja, kedekatan mereka semakin erat. Walaupun sering bertengkar, namun itu tidak akan berlangsung lama. Teman-temannya sampai hafal, dimana ada Dira, pasti ada Zidan di sudut lain tempat itu. Banyak diantara teman-temannya yang mulai menanyakan, apakah benar Zidan hanya seorang teman bagi Dira. Benar saja, kedekatan ini lama kelamaan menumbuhkan perasaan Dira pada Zidan. Dira tidak mau merusak persahabatan ini, sehingga Dira memilih untuk tetap diam. Sebenarnya, berkali-kali Dir...

Lazuardi

Beberapa waktu lalu aku diterima bekerja di suatu perusahaan terkenal di kotaku. Hal ini membuatku harus pindah tempat tinggal, dan terpaksa meninggalkan adik kecilku. Namanya Ardi, dia adalah pria kecil yang baru-baru ini memasuki usia 5 tahun. Baru-baru ini pula, dokter menyatakan bahwa Ardi mengalami penyakit jantung. Namun, Ardi tetaplah anak yang lincah dan gesit.  Ardi tidak pernah mau jauh dariku. Bahkan ketika aku lembur kerja, Ardi selalu menungguku di ruang tamu. Ia selalu memintaku untuk membelikannya barang-barang berwarna biru. Entah mengapa, ia suka sekali dengan warna biru, terutama biru langit. Dia juga suka sesuatu yang berkilauan, seperti lampu-lampu kota ketika malam hari. Setiap hari libur, pasti Ardi mengajakku berbaring di halaman belakang rumah. Sekadar untuk menatap luasnya langit biru, hingga Ardi tertidur di antara rumput hijau dan lembutnya tiupan angin. Ardi tahu, aku akan pergi ke kota. Dia sangat ingin ikut denganku, namun aku tidak akan bisa menjagany...

Satu Teman Dua Sahabat Tiga Semburat

Sangat menyenangkan ketika aku hidup di kelilingi orang yang dapat berbagi kebahagiaan denganku. Apalagi, aku tidak perlu lagi malu-malu. Aku memiliki dua orang sabahat. Dua orang yang selalu ada dalam kebahagiaanku. Bahkan sesaknya napas karena tawa yang terlalu lama sangat sering kami alami. Ya walaupun kadang aku yang menjadi bahan tawaan, namun setidaknya kita tetap tertawa bersama. Aku bertemu mereka saat menduduki bangku sekolah menengah. Saat itu, kuingat aku sedang kebingungan mencari kelompok belajar. Untungnya, secara spontan mereka melihat ke arahku. Langsung saja aku berteman dengan mereka. Rina dan Jasmin. Mereka telah dekat sejak kecil, hal ini mudah ku tebak karena terlihat dari kesehariannya, cara mereka berpakaian dan sebutan naman mereka. Semenjak itu, kami berteman. Kemanapun aku pergi mereka selalu menemaniku, begitu pula aku. Segalanya sudah kita lalui, mulai dari belanja bersama, menginap bersama, ke salon bersama, apapun itu. Aku senang punya mereka, sungguh mere...

Bukan Kucing Biasa

Akhir-akhir ini aku menyadari, sepertinya aku kurang berbagi. Baik pada manusia ataupun makhluk hidup di sekitarku. Hal ini aku sadari semenjak datangnya bidadari tak bersayap yang mampu meluluhkan tawaku setiap hari. Bulunya hitam legam, raut wajahnya lucu sekali. Melihatnya tertidur sudah membuat hatiku meleleh karena begitu gemas. Bagi orang lain dia hanyalah kucing, namun bagiku dia sudah bagaikan adik kecilku sendiri.  Sejak kecil, dialah yang mendengar keluh-kesahku. Bahkan sebenarnya dia lebih tau banyak tentangku, karena setiap hari aku menghabiskan waktu bersamanya. Kukira hanya manusia yang berhati lembut. Namun tidak, dia menyadarkan ku bahwa siapapun juga memiliki hati yang baik, bahkan seekor kucing.  Hal ini aku pahami setelah hujan lebat di sore hari. Waktu itu, rumput-rumput masih menggenggam sisa air hujan. Kucingku mulai pergi untuk menghirup segarnya bau tanah. Aku hanya berdiam di kamar. Saat beberapa lama kucingku kembali, terdengar suara kucing lain di te...

Hoki

Sedari dulu Doni dikenal sebagai anak sekolahan yang nakal. Kerap berkata kasar, selalu suka keributan, dan tak kenal takut. Semua guru mengenalnya, apalagi guru BK yang sudah langganan bertemu Doni. Ada saja kelakuan Doni disetiap harinya. Mulai dari telat masuk sekolah, mengganggu adik kelas, mencoret-coret bangku, memecahkan kaca kelas hingga berkali-kali mematahkan kursi kelas. Namun, kelakuan tidak baik Doni ini tidak membuatnya dijauhi teman. Doni tetap memiliki teman di mana-mana. Pagi itu, Doni bangun terlalu pagi. Awalnya, dia ingin melanjutkan kembali tidur nyenyak nya, namun dia malah tetap terjaga hingga suara azan subuh berkumandang. Merdunya suara pak RT melantunkan azan membuat Doni tergerak hatinya untuk menjalankan perintah tuhan. Usai mandi, langsung dia menggelar sajadah, dilanjutnya dengan bersiap-siap menuju sekolah.  Saat memakai seragam, sakunya terasa agak berat. Wajahnya sudah sumringah, berharap sesuatu yang ada dipikirannya terwujud. Benar saja, selembar ...

Eko Selalu Oke

Dalam hidupnya, dia selalu senang membantu orang-orang. Eko adalah pria baik hati, yang rela membatu siapa saja yang ada di dekatnya. Tak heran, banyak sekali orang yang menganggapnya sebagai teman baik. Karena memang kenyataannya Eko adalah orang yang baik, amat sangat baik. Tidak pernah ia enggan membantu orang yang kesusahan, karena dia tau, tertimpa kesusahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Pernah Eko meminjamkan uangnya kepada seorang teman yang terlanda hutang. Pernah pula Eko meminjamkan mobilnya untuk seorang teman yang ingin sekali merasakan menyetir mobil. Bahkan, Eko rela meminjamkan kamera faforitnya untuk seorang teman yang mengaku ingin berfoto dengan gaya yang bagus. Semua Eko lakukan dengan ikhlas dan tanpa mengharap imbalan. Semata-mata untuk membuat temannya senang. Sampai suatu ketika, Eko sangat ingin mendirikan sebuah toko miliknya sendiri. Eko mulai menabung untuk modal membuka tokonya. Belum sampai terkumpul banyak, Eko mendengar temannya mengalami kebangkrut...