Larut Malam
Beberapa waktu lalu, tugas sekolahku begitu menumpuk. Aku sedikit malas untuk mengerjakan tugas. Memang tugas adalah hal yang membosankan. Malam itu aku berniat menyelesaikanya, mungkin meminum sedikit kopi akan membantuku tetap terjaga. Aku memulai dengan memasak air, dan menyiapkan tugas apa saja yang akan kuselesaikan. Seperti biasa, ku kerjakan saja tugas-tugasku di kamar, karena di tempat lain tidak memiliki suasana senyaman kasur dan selimutku.
Pukul delapan malam aku memulai tugasku, kukerjakan satu-persatu dengan sangat teliti. Tidak ada yang terlewatkan satu soalpun. Dan ya, selesai satu namun masih ada yang lainnya. Aku kerjakan saja selama aku masih kuat. Beberapa dari tugasnya memang hanya tugas sepele, namun sangat banyak pertanyaan yang bercabang-cabang.
Makin malam, suara televisi di rumahku sudah tidak lagi terdengar. Ayah dan ibuku mematikan lampu tengah, tandanya mereka akan pergi tidur. Aku tidak terlalu memikirkan itu, karena sudah biasa aku terjaga saat malam hari. Malam itu terasa tidak mengantuk sama sekali, mungkin karena aku sudah minum kopi. Hawa malam ini begitu dingin, padahal aku tidak memiliki AC di kamarku.
"Ga tidur Bi?", aku mendengar suara ayahku dari balik pintu kamar. Aneh sekali, biasanya ayah akan membuka pintu atau mengetuk ketika bertanya. Beberapa detik memang aku terkejut, tapi aku berusaha tenang kembali. "Belum yah, masih ada tugas. Ada apa yah?", teriakku dari dalam kamar. Namun ayah tak kunjung membalas pertanyaanku. Mungkin ayah langsung pergi ketika aku tidak menjawab pertanyaanya.
Aku melanjutkan tugasku, karena memang mataku belum terasa berat sama sekali. Aku mencoba mencari cara agar tidak bosan, kunyalakan saja musik dari handphone ku.
"Ga tidur Bi?", suara ayah kembali muncul dari balik pintu kamarku. Padahal beberapa menit lalu ayah sudah bertanya seperti itu, namun ia kembali untuk menanyakan hal yang sama.
"Albi masih mengerjakan tugas yah, kenapa? Musiknya berisik ya?", aku mengira musikku terlalu keras sehingga mengganggu ayahku. Kamar ayah memang berada di dekat kamarku, namun ruangannya terpisah kamar mandi. Cuek saja aku, aku hanya mengecilkan suara musikku karena takut mengganggu ayah.
Padahal belum pagi, namun hawanya sudah terasa seperti jam 4 subuh. Dingin sekali, sampai sampai kakiku sedikit menggigil. Karena tak tahan lagi, aku memutuskan untuk mengganti pakaian saja.
"Ga tidur Bi?"
Aku terdiam dan terpaku. Senyumannya dan tatapannya sangat dalam. Suara yang selama ini di balik pintu kamar, ternyata berada di dalam lemari bajuku. Tinggi, berkuku panjang, dan rambutnya acak-acakan. Tidak bergerak, namun mampu melemahkan kaki dan tubuhku. Yang selama ini kujawab pertanyaannya bukanlah ayah, namun dia. Menjerit aku, berlari keluar kamar dan melompat ke kasur ayah dan ibu. Aku menangis, seluruh tubuh bergetar terbayang akan wajah pucat dan senyuaman yang ia tujukan padaku. Hingga kini, aku masih tidak bisa melupakan senyumannya, sungguh.
top bet
BalasHapus🙏✨
HapusAnjayani poll
BalasHapusPoll
HapusAAA TAKUTTT😲
BalasHapusSemoga lemarimu ada hantunya
HapusMerinding😭
BalasHapusmerinding disko
HapusSo creepy ~
BalasHapusuulala
HapusSerem, namun memang seringkali terjadi ketika terjaga pada tengah malam disaat mengerjakan tugas.
BalasHapushih, iiiih hidupmu horor
Hapus